Tuesday, January 4, 2011

Aneka Nasi Tim

1.Nasi Tim Saring Ikan Kakap
Bahan :
20gr beras,
625 cc air,
25 gr ikan kakap,
30gr tahu,
25gr tomat dipotong kecil
25gr daun kangkung iris kasar
1 sdt mentega (mentega unsulted merek anchor)
Cara :
Rebus beras, air, ikan, dan tahu sampai menjadi bubur, masukkan kangkung dan tomat hingga matang. masukkan mentega sambil diaduk. Setelah dingin haluskan dengan blender atau saringan kawat.


2.Nasi Tim Saring Brokoli
Bahan :
20gr beras,
625cc air,
25gr daging giling,
25 gr brokoli buang tangkainya,
25gr tomat dipotong kecil
1 butir kuning telur ayam kampung
10gr keju parut
Cara :
Rebus beras, air, dan daging giling sampai menjadi bubur, masukkan brokoli dan, tomat hingga matang. masukkan kuning telur dan keju parut sambil diaduk. Setelah dingin haluskan dengan blender atau saringan kawat.
3.Nasi Tim Saring dengan Telur
Bahan :
20gr beras,
625cc air,
25gr tempe,
25 gr daun kangkung,
25gr tomat dipotong kecil
1 kuning telur ayam kampung
1 sdt mentega (unsalted)
Cara :
Rebus beras, air, dan tempe sampai menjadi bubur, masukkan kangkung dan tomat hingga matang. masukkan kuning telur dan mentega sambil diaduk.
Setelah dingin haluskan dengan blender atau saringan kawat.
4.Nasi Tim Saring dengan Teri
Bahan :
20gr beras,
625cc air,
25gr tempe,
25 gr daun bayam,
25gr tomat dipotong kecil
1 sdm teri bubuk
1 sdt mentega
Cara :
Rebus beras, air, dan tempe sampai menjadi bubur, masukkan bayam, tomat dan teri bubuk hingga matang. masukkan mentega sambil diaduk. Setelah dingin haluskan dengan blender atau saringan kawat.
catatan : cuci teri medan dalam jumlah sekehendak lalu sangrai sampai kering dan berwarna kecoklatan. Tumbuk halus teri sangrai dan simpan dalam tempat kering tertutup untuk dipakai selanjutnya.
5.Nasi Tim Saring dengan Daging
Bahan :
20gr beras,
625cc air,
25 gr daging giling,
50gr tahu,
50 gr oyong,
25gr tomat dipotong kecil
1 sdt mentega
Cara :
Rebus beras, air, daging giling dan tahu sampai menjadi bubur, masukkan oyong dan tomat hingga matang. masukkan mentega sambil diaduk. Setelah dingin haluskan dengan blender atau saringan kawat.
6.Nasi Tim Saring Hati Sapi
Bahan :
20gr beras,
625cc air,
25 gr hati sapi,
25gr tempe,
50gr labu kuning,
25gr tomat dipotong kecil
1 sdt mentega
Cara :
Rebus beras, air, hati sapi dan tempe sampai menjadi bubur, masukkan labu kuning dan tomat hingga matang. masukkan mentega sambil diaduk. Setelah dingin haluskan dengan blender atau saringan kawat.
7.Nasi Tim Saring Ayam Isi Keju
Bahan :
20gr beras,
625cc air,
25 gr daging ayam,
25gr tempe,
25 gr buncis,
25gr tomat dipotong kecil
10 gr keju parut
Cara :
Rebus beras, air, daging ayamdan tempe sampai menjadi bubur, masukkan buncis dan tomat hingga matang. masukkan keju parut sambil diaduk. Setelah dingin haluskan dengan blender atau saringan kawat.
8.Nasi Tim Saring Ayam dengan Wortel
Bahan :
20gr beras,
625cc air,
25 gr daging ayam giling,
25gr tempe,
25 gr wortel,
25gr tomat dipotong kecil
1 sdt mentega
Cara :
Rebus beras, air, daging ayam giling dan tempe sampai menjadi bubur, masukkan wortel dan tomat hingga matang. masukkan mentega sambil diaduk.
Setelah dingin haluskan dengan blender atau saringan kawat.
9.Nasi Tim Saring Ikan Tenggiri
Bahan :
20gr beras,
625cc air,
25 gr ikan tenggiri,
30gr tempe,
50 gr labu siam,
50gr tomat dipotong kecil
1 sdt mentega
Cara :
Rebus beras, air, ikan, dan tempe sampai menjadi bubur, masukkan labu siam
dan tomat hingga matang. masukkan mentega sambil diaduk.
Setelah dingin haluskan dengan blender atau saringan kawat.
Catatan : untuk tim saring ikan ini dengan bahan dan cara yang sama dapat diganti dengan ikan tuna dan ikan salmon untuk variasi.
10.Nasi Tim Saring Hati Ayam
Bahan :
20gr beras,
625cc air,
25 gr hati ayam,
25gr tempe,
25gr tomat dipotong kecil
25gr daun bayam iris kasar
1 sdt mentega
Cara :
Rebus beras, air, hati ayam, dan tempe sampai menjadi bubur, masukkan bayam dan tomat hingga matang. masukkan mentega sambil diaduk. Setelah dingin
haluskan dengan blender atau saringan kawat.

Read More ..

Aneka Resep Makanan Halus untuk Bayi

Aneka Bubur
1. Bubur nasi polos
Nasi yang sudah matang 3 sdm, tambah air secukupnya, rebus hingga menjadi bubur nasi yang halus dan agak kental ( kira-kira 15 menit ). Atau kalau mau cepat rebus hingga mendidih (kira-kira 5 menit ) lalu diblender/disaring. Untuk bubur nasi ini bisa dibuat dalam jumlah besar, kemudian disimpan di tempat plastik kecil dan simpan difreezer. Kalau mau makan dipanaskan dengan microwave atau direndam air panas.
2. Bubur roti polos
Roti tawar 1/2 lembar tanpa ada kulit coklatnya. Cabik kecil-kecil rebus dengan air secukupnya sampai 1/2 lunak. Bila sudah 1/2 lunak, campur susu formula 30 cc, rebus sampai mendidih dan lunak.
3. Bubur makaroni polos
Rebus makaroni sampai 1/2 lunak dengan air panas. Setelah 1/2 lunak, masukkan susu formula 30 cc, rebus sampai mendidih dan lunak.
4. Bubur kentang polos
Rebus 1/3 kentang ukuran sedang sampai 1/2 lunak dengan air panas. Setelah 1/2 lunak, masukkan susu formula 30 cc, rebus sampai mendidih dan lunak.
5. Bubur cornflake
Rebus 2 – 3 sdm cornflake sampai 1/2 lunak dengan air panas. Setelah 1/2 lunak, masukkan susu formula 30 cc, rebus sampai mendidih dan lunak.
6. Bubur havermuth
Rebus 2 – 3 sdm havermuth sampai 1/2 lunak dengan air panas. Setelah 1/2 lunak, masukkan susu formula 30 cc, rebus sampai mendidih dan lunak.
7. Bubur jagung
Serut biji jagung muda rebus sampai lunak dgn air panas, kemudian campur dengan susu formula 30 cc, rebus sampai mendidih dan lunak ( atau untuk lebih cepat, boleh diblender setelah matang ). Terakhir, saring untuk menghilangkan kulitnya.
8. Bubur beras merah
Bubur instant beras merah campur dengan susu formula 30 cc aduk sampai rata dan halus.
9. Bubur kacang hijau
Bubur instant kacang hijau campur dengan susu formula 30 cc aduk sampai rata dan halus.

Bersambung Ke Aneka NASI TIM
SUMBER : DETIKHEALTH.COM

Read More ..

Monday, January 3, 2011

IMUNISASI BCG

Jumlah Pemberian
Cukup 1 kali, karena vaksin BCG berisi kuman hidup sehingga antibodi yang terbentuk akan memiliki kualitas yang sama dengan yang terinfeksi secara alami. Oleh karena itu, antibodi yang dihasilkan melalui vaksinasi sudah tinggi. Berbeda dari vaksin yang berisi kuman mati, umumnya memerlukan booster atau pengulangan.
Usia Pemberian
Kelompok umur yang rentan terserang TB adalah usia balita, terutama usia kurang dari 1 tahun. Hal ini disebabkan anak umumnya punya hubungan erat dengan penderita TB dewasa, seperti dengan ibu, bapak, nenek, kakek, dan orang lain yang serumah. Karena itulah, vaksin BCG sudah diberikan kepada anak sejak berusia kurang dari 1 tahun, yaitu usia 2 bulan. Di usia ini sistem imun tubuh anak sudah cukup matang untuk mendapat vaksin BCG. Namun, bila ada anggota keluarga yang tinggal serumah atau kerabat yang sering berkunjung ke rumah menderita TB, maka ada baiknya bayi segera diimunisasi BCG setelah lahir.

Bila umur bayi sudah terlewat dari 2 bulan, sebelum dilakukan vaksinasi hendaknya jalani dulu tes Mantoux (tuberkulin). Gunanya untuk mengetahui, apakah tubuh si anak sudah kemasukan kuman Mycobacterium tuberculosis atau belum. Vaksinasi BCG dilakukan apabila tes Mantoux negatif.

Lokasi Penyuntikan

Yang dianjurkan oleh WHO adalah di lengan kanan atas. Cara menyuntikkannya pun membutuhkan keahlian khusus karena vaksin harus masuk ke dalam kulit. Bila dilakukan di paha, proses menyuntikkannya lebih sulit karena lapisan lemak di bawah kulit paha umumnya lebih tebal. Para orangtua juga tak perlu khawatir dengan luka parut yang bakal timbul di lengan, karena umumnya luka parut tersebut tidaklah besar. Jadi tidak akan merusak estetika keindahan lengan anak Anda kelak.

Berikan Vaksin Saat Anak Sehat

Tak perlu ragu melakukan vaksinasi bila anak hanya sekadar batuk pilek. Vaksinasi sebaiknya ditunda dulu apabila anak demam tinggi atau sedang menderita penyakit yang berat (misalnya sampai perlu perawatan di rumah sakit). Alangkah baiknya bila melakukan konsultasi terlebih dahulu kepada yang lebih ahli sebelum melakukan vaksinasi.

Tanda Keberhasilan Vaksinasi

Tanda keberhasilan vaksinasi BCG berupa bisul kecil dan bernanah pada daerah bekas suntikan yang muncul setelah 4-6 minggu. Benjolan atau bisul setelah vaksinasi BCG memiliki ciri yang sangat khas dan berbeda dari bisul pada umumnya. Bisul tersebut tidak menimbulkan rasa nyeri, bahkan bila disentuh pun tidak terasa sakit. Tak hanya itu, munculnya bisul juga tak diiringi panas. Selanjutnya, bisul tersebut akan mengempis dan membentuk luka parut.

Bila Ada Reaksi Berlebih

Tingkatkan kewaspadaan bila ternyata muncul reaksi berlebih pascavaksinasi BCG. Misal, benjolan atau bisul itu lama tidak sembuh-sembuh dan menjadi koreng. Atau, malah ada pembengkakan pada kelenjar di ketiak (sekelan). Ini dapat merupakan pertanda si anak pernah terinfeksi TB sehingga menimbulkan reaksi berlebih setelah divaksin. Sebaiknya segera periksakan kembali ke dokter.

Penting diketahui, setiap infeksi selalu diikuti oleh pembesaran kelenjar limfe setempat (regional) sehingga bisa diraba. Jadi infeksi ringan akibat vaksinasi di lengan atas akan menyebabkan pembesaran kelenjar limfe ketiak. Jika infeksi terjadi pada pangkal paha, akan terjadi pembesaran kelenjar limfe di lipatan paha. Namun efek samping ini tidak terjadi pada semua bayi. Yang berisiko apabila bayi tersebut sudah terinfeksi TB sebelum vaksinasi.

Bila Tak Timbul Benjolan

Orangtua tak perlu khawatir bila ternyata tidak muncul bisul/benjolan di daerah suntik. Jangan langsung beranggapan bahwa vaksinasinya gagal. Bisa saja itu terjadi karena kadar antibodinya terlalu rendah, dosis terlalu rendah, daya tahan anak sedang menurun (misalnya anak dengan gizi buruk) atau kualitas vaksinnya kurang baik akibat cara penyimpanan yang salah.

Meski begitu, antibodi tetap terbentuk tetapi dalam kadar yang rendah. Jangan khawatir, di daerah endemis TB (penyakit TB terus-menerus ada sepanjang tahun) seperti Indonesia, infeksi alamiah akan selalu ada. Booster-nya (ulangan vaksinasi) bisa didapat dari alam, asalkan anak pernah divaksinasi sebelumnya.

Read More ..